RAMUAN DAN TAKARAN

  1. Asma :Bawang putih 10 siung, Air 2 gelas, Madu 1 sdm, Cara meramu: Bawang putih yang telah dikupas, dicuci dan diiris. Kemudian direbus dengan 2 gelas air, sisakannya, setelah dingin saring minum 3x sehari, masing-masing1/2 gelas + 1sdm madu.
  2. Batuk : Bawang putih 500 gr, Gula pasir secukupnya, Air 1 gelas. Cara meramu:Siapkan 500gr bawang putih yang telah di kupas lalu tumbuk hingga halus. Simpan untuk persediaan, cara menggunakan, ambil 2sdm bawang putih tumbuk lalu campurkan gula pasir secukupnya, seduh dengan air panas 1 gelas. Minum 2x sehari.
  3. Bronkhitis : Umbi bawang putih 5 gr, Kayu mesoyi 1 gr, Tanaman patikan kebo 2 gr, Adas 1 gr, Kapulaga 3 gr, Air 110 ml. Cara meramu :Semua bahan cuci bersih rebus dengan air 110ml, sampai mendidih. Minum 2x sehari, sekali minum 100ml, ulangi sampai sembuh.
  4. Cantengan : Bawang putih 2 siung, Kemiri 2 buah, Garam dapur secukupnya. Cara meramu :Bawang putih yang telah dikupas, kemiri, haluskan, tambahkan garam dapur secukupnya, tempelkan pada kuku yang bengkak, balut. Ganti 2x sehari pagi dan sore
  5. Darah tinggi : Umbi Bawang putih 2 siung, Daun seledri segar 75 gr, Air matang ½ gelas. Cara meramu :Semua bahan tumbuk halus masukan kedalam setengah gelas air. Minum 2x sehari, sekali minum 1/2 gelas. Untuk perawatan 1 – 2 hari sehari, 1/2 gelas.
  6. Flu : Sediakan Bawang putih, bawang merah dan jahe. Masing-masing dengan takaran yang sama, kupas, cuci, semua bahan lalu seduh dengan air panas. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah dan bawang putih, lalu minum airnya.
  7. Infeksi Paru : Bawang putih 60 gr,Cuka 100 ml. Cara meramu: Masukan cuka dan bawang putih kedalam panci lalu rebus selama 15 menit. Minum setelah makan 2x sehari, ulangi sampai 
  8. Kolesterol : Bawang putih 1 siung, Mentimun 2 buah, Kupas bawang putih, lalu tumbuk halus, potongmentimun menjadi beberapa bagian, hidangkan sebagai lalap. Lakukan 2x sehari.
  9. Masuk angin : Sediakan 3 siung bawang putih yang telahdihaluskan, 1sdm madu tambahkan gula batu secukupnya, minum setiap pagi sampai sembuh.
  10. Mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri : Sediakan umbi bawang putih secukupnya tumbuk halus lalu tempelkan pada bagian yang terkena.
  11. Migren : Sedikakan 2 siung bawang putih yang telah dikupas, setelah dicuci kemudian kunyah sampai halus, lalu telan. Minum air hangat, lakukan 2x sehari.
  12. Obat cacing : Umbi bawang putih 2 gr, Temu giring 4 gr, Air minum 2 sdm, cara meramu : Sediakan umbi bawang putih 2gr, temu giring 4gr, kemudian ditumbuk sampai halus tambahkan air minum 2sdm. Minum 2x sehari, sekali minum 1sdm.
  13. Sakit kuning : Umbi bawang putih 1 siung, Gula batu sebesar telur ayam. Cara meramu : Sediakan 1 umbi bawang putih yang telah ditumbuk halus, tambahkan gula batu sebesar telur ayam, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih aduk rata, kemudian disaring. Minum 2x sehari 2sdm, pagi dan sore.
  14. Selesma : Umbi bawang putih 5 gr, Kayu mesoyi 1 gr, Tanaman patikan kebo 2 gr, Adas 1 gr, Kapulaga 3 gr, Air 110 ml. Cara meramu : Semua bahan yang tersedia di cuci bersih lalu rebus dengan air 110ml sampai mendidih. Minum 2x sehari, sekali minum 100ml, ulangi sampai sembuh.
  15. Sesak nafas : Umbi bawang putih 1 siung, Gula batu sebesar telur ayam, Air 3 gelas. Cara meramu : Umbi bawang putih ditumbuk halus tambahkan gula batu sebesar telur ayam, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih aduk rata, kemudian disaring. Minum 2x sehari 2sdm, pagi dan sore.

Catatan:

  • 2gr serbuk bawang putih sehari dapat mencegah serangan jantung.

Peringatan!!!

  • Mengkonsumsi bawang putih akan menimbulkan bau keringat yang khas.
  • Untuk mengurangi bau keringat karena mengkonsumsi bawang putih dapat ditambah dengan mengkonsumsi daun beluntas pada setiap ramuan. (daun beluntas dapat mengurangi bau badan yang tidak sedap).

Penelitian:

  • Anwar Ch. 1980, jurusan farmasi, FMIPA UI.

Melakukan penelitian tentang efek protektif bawang putih terhadap zat hepatotoksik karbon tetraklorida. Hasilnya:

  1. Pemberian sari bawang putih 10g/kg bb, per hari selama 8 hari bersamaan dengan pemberian CCI4 2,75mg/kg bb takaran tunggal, memberikan efek yang bermakna
  2. Tetapi masih berbeda jauh dengan kontrol
  3. Pemberian sari bawang putih 10gr/kg bb, takaran tunggal, memberikan efek yang bermakna.
  • Lilik Lestyo Budi Utomo, 1989. Jurusan farmasi

UNAIR.

Melakukan penelitian pengaruh pemberian ekstrak bawang putih terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada hepatosit tikus terisolasi dengan parameter enzim GPT. Hasilnya: bahwa ekstrak bawang putih dapat menahan pelepasan enzim GPT pada pemberian karbon tetraklorida.

  • Soesi Istyorini, 1989, Fakultas farmasi UGM

Pembimbing : Dr. Suwidjio Pramono, Apt

Melakukan penelitian pengaruh campuran ekstrak bawang putih dan minyak atsiri daun sirih, terhadap kadar kolesterol. Hasilnya: ekstrak bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol, dan ekstrak bawang putih dicampur dengan minyak atsiri dapat menurunkan kadar kolesterol.

  • Ni Made Lelly Nawaksari, 1991, Fakultas Farmasi

UNAIR

Melakukan uji aktivitas imuno stimulan perasan bawang putih secara in vitro dengan metode uji granulosit terhadap sel ragi. Hasilnya ternyata pada uji granulosit perasan bawang putih dapat meningkatkan aktivitas fagositosis, pada dosis 10, 50, 100 mg/1 larutan NaC1 0,9% (setara bahan segar) menyebabkan peningkatan aktivitas faositosis (13,08 + 0,5237) %, (26,44 + 1,334) %, 36,35 + 0,7724) %.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.