BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Biji

KANDUNGAN DAN EFEK FARMAKOLOGI

  • Teobromin
  • Alkaloid
  • Saponin
  • Havonoid
  • Tanin
  • Lemak coklat
  • Kafein
  • Protein
  • Pati dan zat samak
  • Phenylethylamine : suatu senyawa yang mirip amfetamin yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang menghasilkan dopamine, pemicu perasaan senang dan perbaikan suasana hati.
  • Setiap biji kakao mengandung lemak dalam jumlah yang cukup banyak 40 – 50% yang dijadikan cocoa buterr. Kandungan utamanya theobromine, senyawa yang mirip dengan kafein.

KHASIAT DAN KEGUNAAN :

Bijinya dapat digunakan sebagai obat : Ambeien, cacing kremi, dan tekanan darah rendah

  • Memberikan efeks rilek dan Menenangkan
  • Mencegah bibir pecah-pecah

DOSIS YANG DIANJURKAN

  • Dalam : Minum ¾ gelas 2 – 3x sehari.
  • Luar : biji secukupnya disangrai tumbuk halus, tempelkan pada bagian yang sakit

RAMUAN DAN TAKARAN

  1. Ambeien : 3 biji coklat, ditambah 2 jari rimpang kencur, 3 jari gula enau, dicuci bersih dan tumbuk halus. Setelah itu seduh dengan ¾ gelas air panas. Lalu minum selagi hangat. Lakukan 2 – 3x sehari, setiap kali minum ¾ gelas.
  2. Cacingan : 3 biji coklat, ditambah 2 jari rimpang kencur, 3 jari gula enau, dicuci bersih dan tumbuk halus. Setelah itu seduh dengan ¾ gelas air panas. Lalu minum selagi hangat. Lakukan 2 – 3x sehari, setiap kali minum ¾ gelas.
  3. Darah Rendah : 5 biji coklat, cuci bersih dan disangrai, kemudian tumbuk halus, seduh dengan 1 gelas air panas dan gula enau secukupnya, minum selagi hangat. Lakukan 2 – 3x sehari, setiap kali minum ¾ gelas.
  4. Eksim : sangrai biji coklat, lalu tumbuk, tempelkan tumbukan biji coklat tersebut kedaerah yang sakit (setelah bagian yang sakit sudah dicuci dan dikompres pakai air hangat)
  5. Pusing : 15gr bubuk biji coklat, seduh dengan ½ gelas air panas. Aduk sampai rata, minum sekaligus.


Cokelat-Batang

CATATAN dan PENELITIAN

  1. Antiinflamasi : terdapat banyak manfaat kesehatan yang terdapat pada senyawa aktif pada kakao dan coklat hitam. Penelitian ini menginvestigasi potensi antiinflamasi clovamide (satu amida N-phenylpropenoyl-L-amino acid yang terdapat pada biji kakao) dan dua ekstrak fenol dari biji kakao yang dipanggang dan tidak dipanggang. Pada semua test membuktikan bahwa clovamide merupakan senyawa yang paling ampuh dan meningkatkan aktifitas peroxisome proliferator-activated receptor-gama (PPARgama) yang dapat mendesak efek antiinflamasi. Hal tersebut mengindikasikan clovamide menjadi senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi pada sel manusia.
  1. Antikanker : pentameric procyanidin (pentamer) pada penelitian diketahui menjadi sebab siklus sel G0/G1 tertaha pada sel kenker payudara manusia dengan mekanisme molekular yang tidak diketahui. Pada penelitian ini terlihat pentamer secara selektif menghambat proliferasi kanker payudara manusia.
  2. Antitumor : penelitian investigasi efek cairan kakao pada enzim penanda tumor-alkaline phospatase (ALP). Hasilnya menunjukan cairan kakao dapat menurunkan aktifitas enzim penanda tumor pada tikus hepatokarsinogenesis. Berdasarkan hasilpenelitian senyawa polifenol yang terdapat pada cairan kakao memiliki potensi penurunan tingkat serangan hepatokarsinogenesis. Sedangkan pada biji kakao semi fermentasi kering, fraksi albumin menunjukan aktivitas antitumor dengan adanya penurunan yang segnifikan.
  1. Antimalarial propilaksis : bukti literatur menyebutkan lima mekanisme yang diduga  mendukung klaim efek antimalaria pada kakao yaitu : 1. Meningkatkan ketersediaan antioksidan pada plasma, 2. Efek membran secara umum dan membran eritrosit secara khusus, 3.meningkatkan level plasma nitrit oksida, 4. Terdapat aktifitas antimalaria flavonoid kakao dan turunannya, 5. Meningkatkan sistem imun karena kandungan kakao termasuk cocoa buter, polifeninol, magnesium, dan zinc. Sebuah hipotesis menyebutkan bahwa kakao sebagai diet-mediated antimalarial prophylaxis.
  2. Anti-HIV : lignin-carbohydrate complex (LCC) massa kakao menunjukan aktivitas anti-HIV lebih tinggi dibanding LCC kulit ari kakao.
  3. Agen kemopreventif lever : penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan Theobrama cacao dalam menghambat sitotosisitas lever yang dipicu obat.
  4. Antikolesterol : secara signifikan menurunkan kolesterol lever dan level trigleserida dari kenaikan.
  5. Pelindung Kulit : biji kakao segar kaya akan flavanol, sayang proses pengolahan menjadi coklat secara tradisional menyebabkan antioksidan yang terkandung didalamnya berkurang drastis
  6. Stres oksidatif : flavonoid kakao menunjukan aktiviotas antioksidan kuat untuk melindungi tubuh melawan oksidasi dan mencegah penyakit terkait stres oksidatif.
  7. Antimutagenik : polifenol terbukti memiliki aktivitas antioksidan, sehingga makanan yang mengandung polifenol diharapkan membantu pencegahan kanker

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.