KHASIAT DAN MANFAAT  KAKAO/COKLAT

Theobroma Cacao L.

URAIAN TANAMAN

Nama Daerah : Coklat, Kakao di Indonesia

Pohon ; tegak, tinggi 2 – 10m. Batang ; bebas, cabang dapat mencapai 6m, lurus perakaran dangkal. Daun ; tunggal, berbentuk bulat telur hingga elips, 5 – 9×3 – 7cm, bagian pangkal membulat, bagian ujung runcing, bagian tepi rata hingga bergelombang, kedua permukaan daun hijau muda hingga hijau tua, ibu tulang daun melekuk kedalam pada permukaan atas, menonjol pada permuakaan bawah, tulang dau sekunder menyirip, urat daun berbentuk jala. Perbungaan tumbuh pada batang-batang utama dan cabang-cabang besar, warna merah muda. Buah berbentuk bongkol, berusuk 10, membujur.

Ekologi :

Tumbuhan coklat dapat tumbuh dengan baik pada iklim yang sesifik, suhu rata-rata sekitar 29ºC, suhu rata-rata bulan terdingin tidak boleh kurang dari 15ºC dan suhu minimum sekitar 10ºC, suhu lebih rendah dari ketentuan tersebut akan dapat mematikan tumbuhan coklat. Coklat peka terhadap suhu tinggi, terutama pada tanaman muda, sehingga suhu diatas 32ºC akan menyebabkan kerusakan daun muda, hal ini menyebabkan perlunya naungan. Curah hujan yang optimal untuk tumbuhan ini sebesar 10mm/bulan dan 200mm/bulan merupakan batas maximum, drainase tanah perlu diperhatikan karena tumbuhan ini memiliki perakaran yang dangkal. Coklat tumbuh subur pada ketinggian 500m dpl.

Distribusi :

Habitat alami tanaman coklat berasal dari Amerika Tropika yang menyebar ke kepulauan Karibia, Afrika Barat kemudian  ke beberapa wilayah lainnya, seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar dan Filipina. Sebagian ada yang mengatakan berasal dari Tanjung Yukatan, Meksiko. Persebaran tumbuhan ini di Indonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Ambon.

Sejak zaman pro-kolombia (merujuk kepada sejarah dan kebudayaan orang Amerika sebelum masuknya pengaruh Eropa), coklat menjadi salah satu komoditi perdagangan penting, dan coklat pertamakali dibudidayakan oleh Suku Maya di Amerika Tengah, kira-kira 1.500 SM.

Penamaan Coklat

Suku Maya dan Aztek menggunakan biji kakao sebagai mata uang. Kulit buahnya yang matang yang berwarna keemasan dipakai sebagai gelas untuk minuman bernama chocolatl. Kakao pertamakali diekspor ke Eropa pada th 1585. Cokelat batangan pertama dibuat pada th 1848. Perkebunan kakao berkembang didaerah dengan ketinggian menengah hingga tingggi.

Budidaya :

Tumbuhan ini mudah dikembangbiakan dengan biji, akan tetapi dapat juga dilakukan dengan cara stek batang ata cabang, dengan cara memilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua atau muda. Tumbuhan ini butuh perawatan yang intensif untuk dapat menghasilkan buah yang optimal. Cara yang paling baik dalam memelihara kecambah hingga menjadi bibit adalah dengan cara ditanam dalam polybag berisi 1 biji. Biji di tana,m pada kedalaman sekitar 1cm dan diletakan mendatar pada sisinya supaya akarnya tidak membengkok. Polybag tersebut dapat disusun rapat dalam bedengan yang dinaungi. Bibit siap ditanam setelah 1 – 2 bulan, akan tetapi kalau jarak tanamannya lebih lebar dapat lebih lama dipersemaian. Tanah harus dikapur dengan batu kapur atau delomit untuk mencapai pH 6,0. Setelah sekitar 3 minggu tanah baru dipupuk dengan menggunakan pupuk lengkap N : P : K : Mg dengan komposisi 15 : 10 : 10 : 5 dengan dosis 50gr/bedengan yang berukuran 1x5m.pemupukan diulang setiap 2 minggu sekali. Penanaman dilapangan harus diberi naungan terlebih dahulu. Jarak tanaman, tanaman ini dilapangan antara 2-3m tergantung varietas. Tumbuhan coklat akan berbuah sepanjang tahun pada iklim tropik yang lembab.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.